TEMA : IBUKU IDOLAKU

 

AKU SAYANG IBU

 

Ibu… mungkin hanya sebuah nama yang dimiliki setiap orang, namun lain bagiku nama itu sangat bertahta dihati dan hidupku. Tanpamu aku tidak akan ada didunia ini. Kau merupakan sosok yang selalu aku banggakan, Kau mengandungku selama 9 bulan, dengan semua cobaan dan rintangan mampu Kau hadapi dengan penuh kesabaran yang pada akhirnya aku pun mampu menatap dunia.

Ibu… Kau inspirasiku dalam melakukan berbagai hal, Kau mampu menyadarkan aku disaat aku mulai tidak karuan, Kau selalu menemaniku disaat aku kesepian. Kau selalu mengerti aku disaat aku ingin melakukan sesuatu.

Ibu… Kau bagai selimut disaat aku kedinginan, Kau bagai mentari yang selalu menerangi langkahku, Kau bagai rembulan yang menyinari gelapnya hari-hari ku.

Ibu… Kau selalu merawatku dari aku kecil hingga saat ini, tidak ada sedikitpun rasa lelah diraut wajahmu. Kau selalu memberikan senyum dan itu selalu membuatku tegar untuk menghadapi kenyataan hidup ini. Kau selalu memberikan yang terbaik untukku. Meskipun aku tahu Kau tidak mampu melakukan itu namun Kau selalu berusaha untuk membahagiakan aku.

Ibu… saat aku membuka mata dari tidurku dan saat aku menutup mata dari lelahku, apa Kau tahu wajah yang ingin pertama aku lihat pada saat itu? Yaitu wajahmu Ibu… sungguh aku sayang Ibu…

Mungkin aku tidak akan bisa membalas semua jasa-jasamu selama ini, namun aku akan berusaha untuk menjadi anak kebanggaanmu dan aku tidak akan mengecewakanmu apalagi sampai membuat Kau meneteskan air mata.

Ibu…Begitu banyak wanita didunia ini, namun hanya Kau yang selalu menjadi idolaku. Aku tidak tahu apa artinya hidupku ini tanpa kehadiranmu.

Jika aku mampu memilih, lebih baik aku yang pertama di panggil Sang Pencipta daripada aku harus melihat Kau dibalut kain kafan, sungguh aku tidak akan sanggup melihat itu. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa hanya do’a yang selalu aku panjatkan untukmu Ibu.

Ibu… Kau wanita yang tegar, meskipun ayah kini telah tiada namun Kau tidak pernah menunjukkan kesedihanmu dimataku. Kau selalu memberikan senyum manismu, meski aku tahu ada kesedihan dimatamu.

Ibu… semua hal yang pernah Kau lakukan untukku, mungkin tidak dapat aku ungkapkan hanya dengan kata-kata semata sebagai tanda terima kasihku untukmu namun tetap saja aku tidak mampu membalasnya.

Ibu… setiap nasihat-nasihatmu tidak mungkin aku lupakan, karena aku tahu itu yang terbaik untukku, meski terkadang aku sering membantah dan tidak mau. Namun dalam hati kecil ini selalu berkata, aku tahun ini semua agar membuatku bahagia dan tidak mungkin Kau melakukan sesuatu untuk membuatku terluka dan tersiksa di kehidupanku nanti yang pastinya harus aku jalani.

Ibu… kini aku telah dewasa namun aku tidak bisa menghilangkan sifat manjaku kepadamu. Karena aku tidak ingin menyia-nyiakan setiap detik bersamamu.

Aku ingin selalu bersama dan menemanimu. Dan kini sebaliknya aku akan merawatmu karena kini umur telah dihadapan mata dan penyakit telah sering Kau rasa.

Ibu… saat Kau berbaring disampingku, aku selalu meneteskan air mata. Dengan semua yang Kau lakukan setiap harinya, dan itu membuatku sadar betapa Kau sangat pedulikan aku apalagi untuk masa depanku nanti.

Mungkin harta sekalipun tidak akan mampu membalas semua yang pernah Kau lakukan untukku.

Puisi Buat Ibu

Ibu…

Apa Kau dapat melihat hatiku…?

Ibu…

Apa Kau dapat merasakan jiwaku…?

Andai Kau tahu…

Betapa banyak kata sayang untukmu

Yang tidak mampu aku ungkapkan langsung kepadamu

Karena aku tahu Kau dapat merasakan apa yang ku rasakan saat ini…

 

Tuhan memang adil menciptakan seorang wanita untuk menjagaku, seperti layaknya seorang Ibu, dan itu Ibuku…

Tuhan juga benar bahwa syurga ada ditelapak kaki Ibu, karena dengan semua pengorbanannya selama ini menjadi Ibu tempat datangnya syurga untuk seorang anak.

Dan ridhomu Ibu adalah ridho Tuhan.

Dikehidupan nantipun aku akan menjadi seorang Ibu, dan aku akan meniru semua sikapmu. Agar aku bisa mendidik anak-anakku kelak layaknya Kau mendidik aku saat ini…

Ibu… meskipun telah banyak dosa yang pernah aku lakukan dan sikap yang aku lakukan yang itu membuatmu kecewa, namun tetap Kau masih mau memaafkan aku dengan ikhlas dan tidak mampu untukku bisa menahan air mata ini menetes dipipiku.

Yang aku tidak habis fikir, apakah dikehidupan nanti aku akan bisa membahagiakanmu Ibu..? apa aku bisa membuatmu bangga kepadaku..?. Mungkin aku akan berusaha layaknya Kau berusaha untuk menjaga dan membesarkan aku hingga saat ini.

Ibu… yang tidak bisa aku lupakan darimu adalah perhatianmu selama ini, hingga membuat orang lain merasa iri kepadaku. Karena Kau selalu memanjakan aku anak bungsumu.

Do’a untuk Ibu

Tuhan…Pisahkan aku dengan Ibuku Jika memang telah menjadi Takdir-Mu.Tuhan…Dekatkan aku dengan Ibuku Jika memang kebersamaan kita akan terjalin selamanya Aku berharap dikehidupan yang kekal nanti, aku dipertemukan kembali dengan keluargaku terutama dengamu Ibu…Tuhan berilah kebahagiaan untuk Ibuku, didunia ataupun diakhirat nanti, karena setiap do’a yang selalu aku panjatkan dan yang selalu terucap dari bibirku hanya untukmu Ibu…Ibu…dan Ibu…

 

Ibu… dekaplah aku dalam pelukan hangatmu, rangkulah aku bila Kau merasa kesepian dan bila aku mengecewakanmu maka tegurlah aku serta nasihatilah aku, agar aku selalu berada dalam ridhomu Ibu…

Mungkin aku akan memberikan nyawakau untukmu Ibu bila memang nyawa harus aku pertaruhkan agar membuatmu bahagia. Karena aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.

Ibu… Kau memang Idolaku dalam berbagai hal. Kau Idola dalam melakukan tugas rumah tangga, Kau Idola dalam mengurus keluarga dan Kau pun Idola dalam mendidik anak-anakmu.

Ibu… satu perhatianmu mampu tenangkan jiwaku, satu senyumu mampu tegarkan aku dan satu nasihatmu mampu sadarkan aku.

Ibu… meskipun kini hidup tanpa hadirnya sosok seorang ayah namun itu janganlah membuatmu merasa terpuruk dan menyerah dalam menghadapi kejamnya kehidupan, namun jadikanlah itu cerminan untuk kita, untuk tetap semangat dan optimis bahwa kita bisa menjalankannya dengan baik tanpa ada keraguan dalam hati.

Ibu… sayangilah aku selama hidupmu, jadikanlah aku malaikat pelindungmu dan janganlah Kau tinggalkan aku semlama mataku ini mampu melihat dunia.

Ibu… Kau selalu menjadi penyemangat dalam hidupku, disaat jiwaku mulai rapuh hanya Kau yang bisa membuatku bangkit kembali.

Ibu… hatimu seputih mutiara, senyumu seindah pelangi, sayangmu sehangat mentari dan jiwamu setegar batu karang dilaut.

Ibu… posisimu dihatiku tidak akan mungkin tergantikan oleh siapa pun dan aku tidak akan pernah membuatmu meneteskan air mata.

Ibu… mungkin bila mampu diibaratkan rasa sayangku untukmu sedalam lautan, seluas angkasa, sebanyak butiran pasir dipantai dan setinggi langit biru. Serta sayangku seperti ujung kuku yang tidak akan pernah habis-habisnya kecuali kematian dan takdir yang memisahkan aku dan Ibu…

Penderitaan Ibu selama ini, selalu menjadi pelajaran untukku bisa lebih baik dan lebih baik dari setiap harinya.

Ibu… Kau memang Idola, Idola yang tidak mungkin tergantikan bahkan terhapuskan dari hatiku. Mungkin bagimu aku hanya seorang anakmu, namun bagiku Kau seperti malaikat yang selalu menemaniku dalam keadaan apapun.

Disaat aku sakit, orang yang pertama merawat dan mengkhawatirkan aku hanya Kau Ibu…Disaat aku senang, orang yang pertama ingin aku beri tahu kebahagiaan itu hanya Kau Ibu… Disaat aku sedang bingung, orang yang pertama ingin aku mengadu hanya Kau Ibu…

I : Ibu merupakan seorang Idola dalam hidupku

B : Baktiku lakukan hanya untuk Ibu, dan hanya

U : Untaian kata sayang yang ku berikan untuk membuatmu tersenyum

 

Ibu… berikanlah aku cinta sucimu, cinta yang bisa membuat hatiku yang kelam menjadi terang kembali. Kilauan cahaya cintamu mampu mengalahkan terangnya mentari dipagi hari dan cahaya bulan dimalam hari.

Bila musim kemarau tiba, kasih sayangmu Ibu mampu menyejukkanku dan bila musim hujan tiba, kasih sayangmu Ibu mampu menghangatkanku…

Ibu… telah habis kata sayangku untuk membuktikan betapa aku sangat berterima kasih tentang apa yang pernah Kau lakukan untukku. Meski tidak sebanding dengan apa yang pernah Kau lakukan namun hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu Ibu…

Ibu maafkan aku bila sikap dan perbuatanku pernah mengusik kekecewaan dihatimu. Meski pernah Kau marah bahkan aku pernah meneteskan air mata namun, itu tidak akan pernah mengubah rasa sayangku kepadamu Ibu, dan selamanya Kau akan menjadi Idola terbaik dihatiku.

Setiap orang bisa berbeda menafsirkan sosok seorang Ibu, tergantung dengan apa yang mereka rasakan dengan hadirnya seorang Ibu. Dengan kebersamaan, kita akan merasaskan sayang yang mendalam untuk seorang Ibu. Jadi, janganlah menyia-nyiakan kehadiran sosok seorang Ibu. Kita jangan pernah menyesal ataupun kesal, seperti halnya Ibu bagiku merupakan sosok seorang Idola dan sebutan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun dan kini aku hanya akan membuat Ibuku bahagia dengan semua tindakan yang akan aku lakukan. Dan selamanya seumur hidupku Ibu akan menjadi Idola yang akan selalu aku banggakan dan aku sayang Kau Ibu…